Rabu, Juli 27, 2011

Sejenak Melihat "Eksistensi" Zakat di Tengah Masyarakat

Zakat tak ubahnya Malaikat penyelamat, mungkin istilah tersebut tampak sedikit berlebihan namun rasanya cocok untuk merepresentasikan besarnya manfaat nyata zakat bagi masyarakat dari semua kalangan, bukan hanya masyarakat kurang mampu apabila dilakukan secara baik dan benar dalam pelaksanaannya di "lapangan".

Eksistensi Zakat memang bak malaikat penyelamat. Di satu sisi zakat mampu menjadi "malaikat penyelamat" bagi para penerimanya karena dapat bermanfaat dalam pemerataan pendapatan dan kesejahteraan serta pengurangan angka kemiskinan masyarakat. Di sisi lain zakat menjadi "malaikat penyelamat" pula bagi para "pelakunya" karena memberikan dampak yang sangat positif secara spiritual dan agama.

Memang hadirnya zakat dan institusi-institusi pengelolanya tak lantas secara langsung berdampak pada peniadaan kemiskinan di tanah air kita ini. Namun, setidaknya zakat mampu memberikan sedikit titik terang kepada mereka yang hidup di tengah kesulitan ekonomi, terlebih lagi di zaman yang serba sulit dan serba butuh uang seperti sekarang ini.

Hal ini pula yang dirasakan oleh keluarga Ibu Semah. Ibu Semah (44), janda 4 orang anak ini hidup dalam keterbatasan ekonomi, terlebih semenjak ditinggalkan oleh sang suami 10 tahun lalu, yang berprofesi sebagai tukang asinan keliling. Dengan bekerja sebagai buruh cuci harian, Ibu Semah berupaya keras menghidupi keempat orang anak, yang dua di antaranya masih berusia 5 dan 8 tahun. Berawal dari pengalaman saya berinteraksi dengan keluarga Ibu Semah beberapa tahun lalu, saya dapat memahami betapa besarnya manfaat zakat bagi mereka yang membutuhkan, meskipun secara nominal tak terlalu siginifikan.

"Ya saya bersyukur banget bisa dapet zakat tiap tahun, bisa buat nambah-nambah lebaran. Anak-anak yang kecil kan pada minta dibikinin ketupat sama opor kayak orang-orang. Yah, jadi bisa buat nambah-nambahin beli ayam, kan harganya pada naik tuh biasanya." Begitulah kurang lebih apa yang diungkapkan Ibu Semah di hadapan saya beberapa waktu silam.

Dari pengakuan Ibu Semah itulah saya semakin memahami bahwa keindahan zakat dapat dirasakan saat kita menyaksikan langsung kebahagiaan saudara-saudara kita yang menerimanya. Terlepas dari masih banyaknya persoalan di masyarakat yang terjadi saat pelaksanaan atau pendistribusian zakat—seperti adanya insiden pembagian zakat yang masih kerap terjadi hingga memakan korban, keberadaan zakat dan lembaga-lembaga penyalur zakat resmi sangat dibutuhkan guna mewujudkan sedikit saja harapan dari mereka-mereka yang kurang beruntung seperti Ibu Semah.

Terkait pentingnya fungsi zakat di tengah persoalan kemiskinan masyarakat yang makin menggunung, pemerintah dan masyarakat sebaiknya memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan lembaga-lembaga resmi penyalur zakat. Dalam hal ini, hendaknya pemerintah semakin aktif mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi mendonasikan zakatnya melalui lembaga-lembaga penyalur resmi. Sementara di sisi lain, hendaknya masyarakat lebih meningkatkan kepercayaannya kepada lembaga-lembaga penyalur zakat agar terbentuk hubungan yang kooperatif satu sama lain sehingga tak akan muncul lagi insiden-insiden zakat ataupun persoalan-persoalan klise lainnya dalam pendistribusian zakat, yang seringkali malah mengorbankan "orang-orang kecil".

The articles in this blog is usefull for you ? Click HERE for free Subscription.

11 Your Comment:

Agus Ramadhani mengatakan...

Benar setuju sekali, Zakat adalah termasuk ibadah dan salah satu dari rukun islam yang harus kita laksanakan perintahnya. masih banyak yang membutuhkan uluran tangan kita yang mampu kepada pakir miskin dan yang berhak menerimanya, itu lebih baik dari kita pada menghamburkan rezeki berlebih dan tidak ada tujuannya dan pahalanya sama sekali.

Artikel diatas sangat mencerahkan sobat :)

Endy mengatakan...

artikelnya bagus mas....
mank zakat merupakan kewajiban yang wajib kita penuhi, karena tidak dapat kita pungkiri bahwa sebagian dari apa yang kita terima adalah milik mereka, meskipun secara logika kadang kurang bertemu, tetapi yang namanya umat muslim harus setidaknya membagikan atau membersihkan hartanya, atau dengan kata lain bersyukur...

Fariez mengatakan...

mantabs mas bro... pasti menang nih :D

akhatam mengatakan...

Zakat memang sangat dibutuhkan, tidak hanya itu, terkait juga dengan hal-hal lain seperti kewajiban untuk bershodaqoh, sehingga jika orang sudah memiliki kesadaran masing2, hidup akan lebih bermakna buat orang lain yang sedang membutuhkan

usaha sukses mengatakan...

Zakat kalau di laksanakan oleh semua kaum muslimin yang sudah memenuhi nishab zakat, maka ummat ini akan bisa maju baik ekonomi maupun ukhrowinya.. Nice post..

Eko Priyanto mengatakan...

@all semoga dengan membayar zakat dapat membersikah harta kita, thanks all telah memberikan komentarnya :D

i-tasik mengatakan...

bayar zakat tempat waktu biar ibadahnya makin abdol. bersihkan harta sucikan hati..:D

Kain Tenun mengatakan...

Bayar zakat + berdoa, jika ingin sukses untuk masa depan.

Jepara mengatakan...

Manfaatkan bazis dikota-kota terdekat, pasti lebih menjamin penyalurannya, benaerkan temen2 ?

sprei anak mengatakan...

thanks good info and interesting and nice blog
sprei bed cover
sprei bed cover murah
jual sprei bed cover
grosir sprei bed cover

Emping mengatakan...

Alhamdulillah... dengan zakat semakin bertambah rasa kepedulian kita antar sesama..

Poskan Komentar

Silahkan Anda berikan saran, kritik atau pertanyaan jika Anda kurang jelas dengan Postingan ini, Senang bisa "Berbagi Ilmu dan Pengalaman dengan Anda". Terima Kasih.

 

Web Directory

Owner

Was born in Wonosobo City, Indonesia April 27th 1982. Glad to learn website tools. Blogger Newbie in the world that is still learning and continue to learn, to be a useful for other people. I can be contacted by eMail at info@ekopriyanto.com, Yahoo!